Powered By Blogger

Rabu, 09 November 2011

Rencana Kegiatan Magang

 Rancangan Kegiatan Perkuliahan Di ITB 
Dan Kegiatan Magang 
Mahasiswa D4 ITB Batch 4 NOVEMBER 2011-OKTOBER 2012



NO WAKTU JUMLAH JAM JENIS KEGIATAN YANG DILAKUKAN KETERANGAN
1 Minggu 1 - Minggu 8   Kuliah Bulan 1 - Bulan 2
2 Minggu 9 20 Jam Perkenalan Diri dan ITB dan Seamolec Bulan 3
3 Minggu 10 21 Jam Pengenalan SeacyberClass
4 Minggu 11 22 Jam Penerapan Seacyberclass
5 Minggu 12 23 Jam Penerapan Seacyberclass
6 Minggu 13 24 Jam Pengenalan RPG  Bulan 4
7 Minggu 14 25 Jam Pengajaran Dasar Pemakaian RPG
8 Minggu 15 26 Jam Pembuatan RPG
9 Minggu 16 27 Jam Pembuatan RPG
10 Minggu 17 28 Jam Mengadakan Lomba RPG Bulan 5
11 Minggu 18 29 Jam Pengenalan E-learning
12 Minggu 19 30 Jam Pengenalan Moodle
13 Minggu 20 31 Jam Pengajaran Pembuatan Moodle
14 Minggu 21 32 Jam Pengajaran dan  Pembuatan Moodle Bulan 6
15 Minggu 22 33 Jam Pembuatan Moodle
16 Minggu 23 34 Jam Pembuatan Moodle
17 Minggu 24 35 Jam Pengenalan Animasi
18 Minggu 25 36 Jam Pengenalan Blender Bulan 7
19 Minggu 26 37 Jam Pengajaran dan Pembuatan Objek Sederhana Dengan Blender
20 Minggu 27 38 Jam Pembuatan Animasi Sederhana Dengan Blender
21 Minggu 28 39 Jam Pembuatan Animasi Sederhana Dengan Blender
22 Minggu 29 40 Jam Lomba Pembuatan Animasi Sederhana Bulan 8
23 Minggu 30 41 Jam Perkenalan SMS dan Pembelajaran SMS
24 Minggu 31 42 Jam Pembuatan SMS
25 Minggu 32 43 Jam Pembuatan SMS
26 Minggu 33 - Minggu 48   Kuliah (Tugas Akhir) Bulan 9 - Bulan 12


Presentasi animasi

Selasa, 9 september 2011, diklas diadakan presentasi animasi, pada pertemuan dilakukan presentasi tentang pembuatan animasi dari awal sampai sekarang, mulai dari pembuatan naskah jalan cerita skenario, story board, karakter, texstur karakter, property, gerak animasi, rekaman, memasukkan suara, render, hingga jadi avi, semua nya dipresentasikan perkelompok. Saya sebagai perwakilan kelompok 20, mempresentasikan film animasi kami yang berrjudul bersama sahabat, yakni sebuah film pendek yang bertemakan pendidikan

Render Animasi

Setelah selesai membuat gerakan animasi, dimasukkan suara dan gerakan mulutnya, sekarang tibalah waktu untuk merender hasil darin animasi yang telah dikerjakan sebelumnya. Awalnya rencana, animasi akan di render dengan menggunakan teknologi render farm di labor seamolec, dengan menggunakan komputer dan jaringan seamolec, namun karena adanya masalah, maka render pun akhirnya dilakukan di laptop masing-masing mahasiswa. Awalnya render dengan laptop sendiri terasa sangat berat, karena jika terlalu dipaksakan laptop bakal rusak, bahkan memori bisa jebol, setelah diberi tahu teknik render yang benar, dan yang ringan, maka proses render pun dimulai. 

Cross Culture Sumatera Barat - Aceh - Jakarta

Saya berasal dari sebuah kota kecil, yakni Bukittinggi, sebuah kota yang cukup ramai di daerah Sumatera Barat. Bukittinggi di Sumbar adalah salah daerah wisata, yang ramai dikunjungi oleh para pelancong. Kota Bukittinggi tepatnya sumatera barat, masih berpegang kuat pada adat dan tata krama dan agama, dengan semboyan hidup basyandi syarak, syarak basandi kitabullah, yang artinya hidup berpegang pada ketentuan adat dan kitab Alquran.

Hal serupa hampir sama dengan yang ada di Aceh. Bahkan Aceh memiliki peraturan daerah sendiri tentang agama. Aceh punya polisi yang khusus menangani tentang pelanggaran peraturan agama yang berlaku. Di Sumbar memang tidak ada peraturan khusus yang mengikat, namun di sumbar semua telah menjadi kebiasaan, hukum yang berlaku adalah  hukum dari lingkungan dan masyarakat.

Saya berangkat ke Aceh untuk dinas luar, dengan tujuan, memberikan materi tentang seacyberclass, dan sms. Perjalanan terasa lumayan jauh, karena tempat tujuan utama adalah kota langsa, dibandingkan dengan banda aceh, langsa lebih dekat dengan medan, lebih kurang 4 jam perjalanan darat. Pada awalnya, dalam pikiran, terlintas kalau aceh adalah daerah yang berbahaya, karena diberita selalu ada berita tentang aceh, mulai dari teroris, sampai dengan peredaran ganja, namun setelah bertemu dengan warga Aceh, dan menetap di langsa selama 5 hari, fikiran buruk yang terlintas sebelumnya segera dihapus jauh-jauh. Ternyata warga Aceh, hampir sama dengan warga sumbar yang saya kenal, mereka mengutamakan keramahan, sopan santun dan tegur sapa.

Di Aceh, saya memberikan materi kepada para guru dan teknisi. Semangat para guru-guru dan teknisi tampak nyata, semangat itulah yang mereka tularkan kepada para murid-murid nya. Semangat yang telah ditularkan oleh para guru ke murid, membuat murid lebih bisa berkembang dan berpikir maju.

Langsa merupakan salah satu kota yang giat melakukan perkembangan, baru-baru ini salah satu murid SMK di langsa, baru saja berangkat ke London untuk olimpiade dalam bidang pendidikan. Untuk kemajuan teknologi, secara umum, di langsa telah berkembang dengan baik. Seperti sekolah-sekolah yang telah dilengkapi dengan fasilitas wifi, walau kecepatannya terbatas, serta banyak nya di temukan warnet-warnet.

Beda Aceh dan Sumbar yang amat nyata bagi saya adalah, peraturan daerahnya tentang pergaulan agama, dimana aceh punya hukum islam, sedangkan disumbar tidak. Bahkan di aceh, tempat-tempat umum yang dianggap dapat merusakpun tidak ada, seperti bioskop dan mall. Namun warga Aceh senang nongkrong bersama-sama, hal itulah yang mungkin membuat warga sesama aceh saling dekat satu dan lainnya.


Beda di Sumatera Barat, beda di Aceh, beda pula di Jakarta. Kehidupan Jakarta tidak lah seindah di daerah, dimana saat kita di daerah, kita masih bisa mengenal tetangga, hidup dalam lingkungan yang harmonis, namun di Jakarta, walau hidup bertetangga, serasa hidup sendiri. Semua punya kesibukan masing-masing dan larut di dalamnya, tanpa mengenal lingkungan. Daerah nya yang padat, mengakibatkan semuanya terasa sumpek.

Walau hidup di Jakarta punya banyak kekurangan, namun juga ada hikmah yang bisa diambil, seperti, hidup di Jakarta membuat kita lebih mandiri dan tegar. Kehidupannya yang keras, membuat kita juga berusaha lebih keras, pantang menyerah.

Kesenjangan begitu terasa dijakarta, seperti tampak untuk dunia pendidikan, sekolah yang maju dan tergolong mahal akan semakin maju, dan Berjaya, sedangkan sekolah yang terbelakang, ada di daerah yang tidak bagus, dan diisi oleh orang-orang dari level kehidupan sederhana kebawah, tidak berkembang, bahkan cenderung ketinggalan, apalagi dalam dunia IT. Jika dibandingkan dengan Sumbar, walaupun daerah tidak semaju Jakarta, tapi dalam hal dunia pendidikan, perkembangannya tergolong merata.